Minggu, 10 April 2011

Orientasi dan Sosialisasi Peningkatan Desa Siaga Aktif dan PHBS bagi Muslimat NU

"Penceramah adalah jenis pekerjaan yang tidak memiliki waktu pensiun. Seorang uztaz/uztazah bisa berceramah kapan saja, baik itu melalui pengajian, majelis taklim, dll. Dari sinilah seorang uztaz/uztazah bisa berperan dalam menyebarluaskan informasi terkait peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat di rumah tangga."


Demikian yang disampaikan oleh Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya pada pembukaan Orientasi dan Sosialisasi Desa Siaga Aktif dan Peningkatan PHBS Rumah Tangga bagi Pengurus Wilayah dan Cabang Muslimat NU yang  diselenggarakan di Hotel Bumi Wiyata, Depok-Jawa Barat pada tanggal 31 Maret s/d 2 April 2011. Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri dari Pusat Promosi Kesehatan, Pengurus Pusat Muslimat NU, perwakilan dari 5 provinsi dan kabupaten terkait (Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Lampung) yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten, Pengurus Wilayah dan Cabang Muslimat NU.

Dari pertemuan tersebut dihasilkan kesepakatan antara Dinas Kesehatan di Provinsi/Kabupaten bersama dengan Pengurus Wilayah dan Cabang Mulimat NU masing-masing provinsi. Kesepakatan tersebut antara lain : Pengurus Wilayah dan Cabang Muslimat NU akan mendukung program Desa Siaga Aktif dan PHBS Rumah Tangga di tingkat desa. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini akan diadakan Advokasi dan Sosialisasi Program Desa Siaga Aktif melalui Konferensi Wilayah Tingkat Provinsi yang diadakan di 5 provinsi.(Ivo Syayadi)

Senin, 07 Maret 2011

Tingkatkan Terus Upaya Promotif dan Preventif Dalam Pembangunan Kesehatan

Hal tersebut diutarakan Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2011 yang berlansung mulai tanggal 21 - 24 Februari 2011 di Jakarta.

Menurut Menkes, Program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Jaminan Persalinan (Jampersal) merupakan upaya unggulan yang diharapkan dapat mempercepat pencapaian target MDGs. Program BOK dimaksudkan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan operasional Puskesmas di lapangan termasuk upaya promotif dan preventif. Karena itu Menkes minta kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kab/Kota agar dapat meningkatkan upaya promotif dan preventif secara maksimal juga menjadi penggerak pembangunan kesehatan di daerah dan mampu menjadi contoh hidup sehat bagi masyarakat.

Menkes menambahkan di Kantor Kemkes sudah ada Ruang Laktasi atau disebut juga Pojok ASI. Ruang Laktasi ini menunjukkan komitmen Kemkes untuk melaksanakan program ASI ekskusif secara konsekuen. Diharapkan ruang laktasi dapat diadakan di semua kantor dan instalasi dari jajaran Dinas Kesehatan dan di semua RS di seluruh Indonesia.

Selain itu, untuk menindaklanjuti Peraturan Bersama Menkes dan Menteri Dalam Negeri No.188.Menkes/PB/I/2011 dan Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok, Menkes berharap agar dikembangkan kawasan Tanpa Rokok (KTR) diwilayah kerja masing-masing.